SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

  •  
  •  
  •  
Home DIT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SDH
Print PDF

Inventarisasi Hutan adalah kegiatan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengetahui keadaan dan potensi sumber daya hutan serta lingkungannya sebagai dasar perencanaan pengelolaan sumber daya hutan tersebut.

Ruang Lingkup Inventarisasi Hutan meliputi: survei mengenai status dan keadaan fisik hutan, flora dan fauna, sumber daya manusia, serta kondisi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan. Sebagai dasar Pengukuhan dan dilaksanakan untuk mengetahui dan memperoleh data dan informasi tentang sumber daya, potensi kekayaan alam hutan serta lingkungannya secara lengkap.

 

 

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN

 

 

 

  1. SUB DIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN
  2. SUB DIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN
  3. SUB DIREKTORAT PEMETAAN SUMBERDAYA HUTAN
  4. SUB DIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL

 

Press Release PIPIB Revisi III

(SK. 6315/Menhut-VII/IPSDH/2012)

 

 

Gambar : Zulkifli Hasan (Menhut) dan Bambang Soepijanto (Dirjen Planologi Kehutanan) memberikan penjelasan Revisi PIPIB.

 

Gambar : Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan sedang memberikan keterangan pers.

 

 

LUAS AREAL PENUNDAAN IJIN BARU



LUAS GAMBUT (Sumber : Balai Besar Sumber Daya Lahan Kementan) Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

 

a. Seluruh Indonesia (data sd. November 2012) = 15.021.683 ha

b. Di kawasan hutan (seluruh Indonesia) = 11.530.731 ha

Sumatera = 4.481.264 ha

Kalimantan = 3.577.931 ha

Papua = 3.471.536 ha

c. Luas gambut yang masuk penundaan izin baru (PIPIB) = 4.423.562 ha

 

 

Kementerian Kehutanan Juara Pertama E-Goverment Application INAICTA 2012

“Selamat kepada WEBGIS Kementerian Kehutanan yang telah meraih juara pertama kategori E-Goverment Application INAICTA (Indonesia Information and Communication Technology Award) 2012” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Indonesia ICT Award (INAICTA)  merupakan kompetisi karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi dengan tema Creativity Breakthrough (terobosan kreatif). Acara puncaknya digelar pada 14-15 September 2012  lalu di Jakarta Convention Center, Senayan. INAICTA 2012 diikuti oleh kalangan pelajar (SD, SMP, SMA/SMK), mahasiswa perguruan tinggi, maupun kalangan profesional. Terdapat dua kategori besar dalam lomba iini, yaitu kategori profesional dan kategori pelajar dari SD hingga perguruan tinggi dan umum.

 

 

Adapun tujuan diadakan INAICTA 2012 yaitu mendorong kreativitas semua kalangan mulai dari pelajar, mahasiwa, profesional hingga para pengembang TI, serta meningkatkan pemanfaatan dan pertumbuhan TI di semua lini industri serta menyiapkan para pelaku TI lokall untuk menghadapi kompetisi global. INAICTA 2012 sendiri terdapat 17 kategori yang dilombakan, dengan total hampir 1600 karya yang telah masuk dan hampir 1000 karya yang dinilaikan, sehingga menghasilkan 136 nominator. WEBGIS Kementerian Kehutanan mampu menyisihkan nominator-nominator lainnya sehingga menjadi juara pertama dalam ketagori E-Goverment Application.

Ketua Tim WEBGIS Kemenhut, Ruandha Agung Sugardiman dalam wawancara setelah penyerahan Award dan Certificate INAICTA 2012 mengatakan bahwa “Penghargaan puncak yang diraih ini merupakan hasil kerja keras dari highly dedicated team walidata Kemenhut yang selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk pelayanan masyarakat (umum)”. “Dukungan dan fasilitasi yang terus-menerus dari Dirjen Planologi Kehutanan serta arahan day to day yang tak pernah henti dari Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan memberikan semangat yang luar biasa kepada tim WEBGIS”, ujar Ketua Tim. WEBGIS Kementerian Kehutanan sejak di llaunching oleh Menteri Kehutanan pada bulan Juli 2010 terus menerus melakukan penyempurnaan, sehingga WEBGIS Kementerian Kehutanan dinilai telah memberikan informasi publik secara cepat, tepat, sederhana, tanpa biaya dan tidak menyesatkan serta menunjang penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).