SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

  •  
  •  
  •  
PDF Print

 

Rencana Kerja (RENJA) Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2013

 

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke XXXII


Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi lokasi acara puncak peringatan Hari Pangan se-Dunia (HPS) yang ke XXXII tingkat nasional pada tanggal 18 - 21 Oktober 2012 dengan mengusung tema "Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan”. Acara ini dihadiri kurang lebih 2500 pejabat, perwakilan negara-negara sahabat, dan para pemuka daerah. Acara berlangsung empat hari dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Boediono pada hari Kamis (18/10).  Dalam sambutannya Wakil Presiden Boediono mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan petani untuk bersama-sama mengawal kebijakan pangan dengan sebaik-baiknya. Diantaranya dengan penggunaan anggaran negara secara tertib dan efisien untuk meningkatkan produktifitas pangan dengan membangun infrastruktur, memberdayakan institusi-institusi pendukung pertanian dan meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang pangan.

Rapat Koordinasi Teknis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012

Pada tanggal 11-14 Juli 2012, telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (RAKORNIS) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012, yang bertempat di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. RAKORNIS Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2012 bertujuan untuk mengukur kinerja pembangunan, menyiapkan strategi pencapaian target/kegiatan, strategi menangani konflik kawasan hutan, serta penajaman dan penyelarasan kegiatan dan anggaran RKA-K/L Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2013, sehingga penggunaan anggaran lebih efisien dan efektif untuk menunjang kinerja.

Beberapa hal penting yang dibahas di RAKORNIS Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2013, diantaranya:

  1. Pejabat pemerintah wajib mengambil diskresi (discretion) sesuai dengan kapasitas dan wewenang jabatannya; demi kepentingan umum dan tanpa melanggar Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) - (algemene beginselen van behoorlijk bestuur) sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Hal ini merupakan wujud implementasi bahwa Indonesia adalah negara hukum 'welfare state' (welvaartstaat), artinya negara yang berdasar pada hukum namun menekankan pada kesejahteraan masyarakatnya.
  2. Debottlenecking terhadap hambatan pencapaian program strategis.
  3. Kegiatan Prioritas Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2013 dan target yang harus dicapai sebagai berikut:

a. Tata Batas Kawasan Hutan terdiri dari Batas Luar dan Fungsi: 19.000 Km;

b. Beroperasinya Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH): 30 Unit KPH;

c. Penunjukan Kawasan Hutan Provinsi: 100%;

d. Rencana Makro Penyelenggaraan Kehutanan: 1 judul ;

e. Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan terlayani secara tepat waktu: 100%;

f. Data dan Informasi Geospasial Dasar Kehutanan Nasional: 1 judul.


Pembinaan Aparatur Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan


Pembinaan Aparatur Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan telah dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 4 - 5 Mei 2012 di Hotel Mambruk Anyer. Acara Pembinaan Aparatur lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dibuka oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM, dilanjutkan dengan laporan penyelenggaraan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan serta pembacaan doa. Pembinaan Aparatur Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan agar mampu bekerja secara efektif, efisien dan berprestasi, baik secara individu maupun secara berkelompok. Jumlah peserta dalam acara ini sebanyak 550 orang yang berasal dari para pejabat eselon I s/d IV dan para staf Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I-XVII.Dalam kegiatan ini diadakan pula beberapa lomba yaitu, Lomba Busana Nasional, Lomba Merias Wajah, Lomba Boy/Girl Band, Lomba Yel, Polo Air, Volly Pantai, Futsal Bersarung, Gebug Bantal.

Tujuan dari kegiatan Pembinaan Aparatur Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah : Menjadikan/mewujudkan pegawai lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan  yang memiliki kepribadian yang handal, mampu bekerjasama dalam tim kerja yang kompak serta berorientasi pada pola pikir kreatif dan prestatif; Mempererat tali Silaturahim keluarga besar Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan baik yang purna tugas, mutasi, maupun yang masih aktif.

Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2012

Pertemuan Konsultasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012 diselenggarakan  pada hari Rabu s.d. Jumat tanggal 2 s.d. 4 Mei 2012, di Hotel Menara Peninsula Kav. 78 Jakarta. Secara umum kegiatan Mukon bertujuan untuk update terakhir pelaksanaan program kerja tahun 2012 sampai dengan April 2012 dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan Keplanologian yang dihadapi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pemantapan Kawasan Hutan. Peserta Mukon Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012 berjumlah 145 Orang, yang terdiri dari : Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Pejabat Eselon II lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Pejabat Eselon III dan IV lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kepala BPKH Wilayah I s/d XVII beserta Eselon IV.

Kegiatan Mukon Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012 mengetengahkan paparan setiap Kepala BPKH I s.d. XVII mengenai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan Planologi Kehutanan dan paparan tanggapan terhadap permasalahan yang disampaikan BPKH oleh setiap Eselon II lingkup Ditjen Planologi Kehutanan. Persidangan dalam acara Mukon Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Tahun 2012 yaitu berupa :

1. Sidang Pleno, meliputi kegiatan pengarahan dan paparan yang meliputi:
a. Arahan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan
b. Penyampaian hal yang perlu dikonsultasikan oleh BPKH
c. Penyampaian tanggapan oleh Eselon II lingkup Ditjen Planologi terhadap hal yang dikonsultasikan/dikoordinasikan
2. Konsultasi BPKH dengan Eselon II lingkup Ditjen Planologi Kehutanan
3. Perumusan Pertemuan Konsultasi (MUKON)

Permasalahan-permasalahan pokok dan bersifat strategis yang harus mendapat tindak lanjut dari Direktorat Jenderal Planologi untuk mencapai sasaran- sasaran strategis kinerja tahun 2012 adalah :
1. Percepatan penyelesaian Review Tata Ruang dan Rencana Kehutanan
2. Pembangunan KPH
3. Percepatan Pengukuhan Kawasan Hutan.
4. Verifikasi PNBP pada areal ijin Penggunaan Kawasan Hutan
5. Pengadaan CSRT untuk mendukung percepatan pengukuhan kawasan hutan dan pembangunan KPHdan peningkatan akurasi Enumerasi dan reenumerasi TSP/PSP
6. Dukungan manajemen: standar biaya dan kegiatan, pengadaan melalui LPSE, SDM teknis, dukungan peralatan

Rapat Koordinasi Antar BPKH Tahun 2012

Rapat Koordinasi Antar BPKH Tahun 2012 dilaksanakan tanggal 22 s/d 25 Maret 2012 di Hotel Panorama Regency Batam Provinsi Kepulauan Riau. Rapat Koordinasi Antar BPKH Tahun 2012 merupakan media untuk bertukar informasi terkait pelaksanaan kegiatan prioritas Ditjen Planologi Kehutanan dan untuk menjalin keakraban antar BPKH Wilayah I s/d XVII. Kegiatan ini diikuti oleh 87 (delapan puluh tujuh) orang Pejabat Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan unsur BPKH Wilayah I s/d XVI. Rapat Koordinasi antar BPKH tahun 2012 diselenggarakan dengan maksud untuk memperoleh informasi, masukan, dan wawasan terhadap tugas dan fungsi BPKH, khususnya terkait dengan pembangunan KPH, serta untuk ikut berkontribusi dalam merumuskan strategi pencapaian target tata batas 16.000 Km. Sedangkan tujuannya adalah menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan kawasan hutan dalam membangun Kesatuan Pengelolaan Hutan, strategi pencapaian tata batas 16.000 km terutama kawasan hutan yang belum temu gelang dan masalah aktual lainnya.

 

Hari Bakti Rimbawan Tahun 2012

Dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-29 Tahun 2012, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan berbagai acara, yaitu penanaman pohon, bakti sosial, senam pagi bersama, sejumlah lomba, dan upacara bendera. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan ikut aktif berpartisipasi dengan mengikuti berbagai perlombaan, yaitu Tenis Lapangan, Bulu Tangkis, Tata Laksana Upacara, Futsal Rimba, Balap Karung, Bakiak, Pantun, Puisi, dan Senam Sajojo. Puncak acara Hari Bakti Rimbawan berupa Pembinaan Pegawai dan Resepsi yang dilaksanakan tanggal 16 Maret 2012 di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara resepsi dihadiri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE., MM. beserta jajarannya dan dilakukan penyerahan Piala Juara Umum kepada Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM. sebagai Juara Umum.

 

Pameran The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012

Pada tanggal 5 s/d 8 April 2012 telah diselenggarakan The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012 di Assembly Hall-Jakarta Convention Centre Jakarta. IndoGreen Forestry Expo 2012 mengusung tema “Green Growth Economy Toward 2020”. Pameran dibuka oleh Menteri Kehutanan sekaligus melaunching website Pelaksana Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan dilanjutkan dengan dialog Menteri Kehutanan dengan Anak Sahabat Alam. Dialog mengambil tema “Budayakan Menanam Pohon Sejak Usia Dini”. The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012 merupakan agenda tahunan Kementerian Kehutanan cq. Pusat Humas Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan event organizer PT. Wahyu Promocitra.

Pameran diikuti oleh 111 peserta, yaitu stakeholder kehutanan, baik di pusat maupun di daerah, diantaranya Dinas Kehutanan Propinsi dan Kabupaten, Kementerian terkait, BUMN dan BUMS di bidang kehutanan, perkebunan, pertambangan, dan MIGAS (asosiasi) dan NGO peduli kehutanan dan lingkungan hidup. The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012 diisi dengan beberapa kegiatan menarik yaitu : Dialog Nasional Menhut dengan Anak Sahabat Alam, Talk Show, Business Meeting, Lomba Menggambar untuk SD, Fun Bike dan Penanaman Pohon.

Dalam acara penutupan tanggal 8 April 2012, dilakukan Green Fun Bike yang diikuti sekitar 500 peserta dengan menempuh rute : start dari Manggala Wanabakti – Bundaran HI – dan finish di Parkir Timur Senayan, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Bapak Menteri Kehutanan, sekaligus menyerahkan bibit pohon kepada peserta Green Fun Bike, di areal GOR Bung Karno. Dalam The 4th IndoGreen Forestry Expo 2012, Ditjen Planologi Kehutanan menempati 2 booth paling depan di stand Kementerian Kehutanan. Pengunjung menaruh perhatian yang besar terhadap informasi kegiatan keplanologian yang disampaikan melalui media cetak (poster, buku, majalah/buletin, leaflet, booklet, dan souvenir). Sebagian cetakan yang dipamerkan berupa leaflet telah habis diunduh oleh pengunjung.


Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Dokumen Lahan Kompensasi Dari PT Pertamina Geothermal Energy Kepada Direktur Jenderal Planologi Kehutanan

Pada tanggal 10 April 2012, dilaksanakan acara "Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Dokumen Lahan Kompensasi dari PT Pertamina Geothermal Energy kepada Direktur Jenderal Planologi Kehutanan" di ruang rapat Ditjen Planologi di Gedung Manggala Wanabakti Blok 1 lantai 7. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM., Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Slamet Riadhy, Direktur Penggunaan Kawasan Hutan Ir. Hudoyo, MM., serta direktur lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan.

Acara ini diawali dengan pembacaan naskah Berita Acara Serah Terima Lahan Kompensasi, penandatanganan, serta penyerahan Berita Acara Serah Terima Lahan Kompensasi dari PT Pertamina Geothermal Energy sebagai Pihak Pertama dan Kementerian Kehutanan sebagai Pihak Kedua. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, sambutan dari Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, dan ditutup dengan pembacaan doa, serta ramah tamah dan makan siang bersama.

Pada dasarnya, persetujuan Prinsip Pinjam Pakai Kawasan Hutan memuat kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemohon, salah satunya yaitu menyerahkan dan menghutankan lahan untuk dijadikan Kawasan Hutan, dalam hal kompensasi berupa lahan izin dengan kompensasi lahan. Untuk kawasan hutan pada provinsi, yang luas kawasan hutannya di bawah 30% dari luas daerah aliran sungai, pulau, dan/atau provinsi, mempunyai ketentuan kompensasi lahan dengan ratio paling sedikit 1:1 untuk nonkomersial dan paling sedikit 1:2 untuk komersial.

 

Dialog Interaktif/Talkshow di TVRI tentang Moratorium Perizinan di Kawasan Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut

talk show TVRI

Pada tanggal 23 Desember 2011, diadakan acara dialog interaktif secara live di TVRI pada pukul 17.30 WIB. Acara dialog interaktif tersebut bertema Moratorium Perizinan di Kawasan Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM dengan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Dr. Ir. Irsyal, M.Sc., Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (API)/Indonesian Mining Association (IMA) Ir. Syahrir AB,M.Sc., dan Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono. Dialog interaktif yang berlangsung selama setengah jam tersebut dipandu oleh presenter Anya Dwinov.

 

Rapat Koordinasi Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan

dan Kegiatan Dekonsentrasi Tahun 2012

Pada tanggal 2 Desember 2012, diselenggarakan Rapat Koordinasi Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Kegiatan Dekonsentrasi Tahun 2012. Rapat ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM. dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Planologi Kehutanan DR. Ir. Dwi Sudharto, M.Si., para Direktur Lingkup Ditjen Planologi Kehutanan, Kepala BPKH I – XVII, Kepala Dinas Kehutanan, serta Eselon III Lingkup Ditjen Planologi Kehutanan.

Pada rapat ini, disampaikan laporan pencapaian kinerja setiap unit kerja, pemberian penghargaan dan sertifikat, penyerahan DIPA Tahun 2012, serta paparan oleh masing-masing Direktur Lingkup Ditjen Planologi Kehutanan.

 

AGENDA KEGIATAN KEHUMASAN PROGRAM DAN EVALUASI

Maret 2011

3 Maret 2011 :

Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka pengusulan permohonan perluasan wilayah Tanaman Hutan Rakyat Ngangoyoso Provinsi Jawa Tengah

9 Maret 2011 :

  • Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Bengkulu Utara ke Kementerian Kehutanan RI dalam rangka Konsultasi & Koordinasi PP. No. 11 Tahun 2010
  • Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Boalemo dan Pansus RTRW  dalam rangka Konsultasi mengenai RTRW

18 - 19 Maret 2011 : Pembinaan Aparatur Lingkup Ditjen Planologi  Kehutanan

April 2011

13 - 15 April 2011 : Pertemuan Konsultasi di Denpasar, Bali

FOTO-FOTO KEGIATAN KEHUMASAN PLANOLOGI

Tahun 2011

Kunjungan Kerja DPRD Kebupaten Bintan

Pada hari Kamis tanggal 10 Pebruari 2011 lalu, DPRD Kebupaten Bintan Komisi II, berkunjung ke Kementerian Kehutanan RI dalam rangka membahas perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan untuk pembangunan Ibukota Bandar Seri Bentan di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pada pembahasan dimaksud dipimpin oleh Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasana Hutan, Ir. Tri Joko, MM.

Hasil pembahasan ini menghasilkan keputusan diantaranya bahwa, tdak dibenarkan dan diperbolehkan untuk membangun sarana dan infrastruktur pemerintahan sebelum adanya pelepasan dan areal pengganti sesuai UU No.41 tahun 1999, areal pengganti harus "clean and clear", dan lokasi pengganti ditentukan sendiri oleh pemerintah daerah.

 

Kunjungan Kerja DPRD Boalemo -  Gorontalo

Kunjungan Kerja DPRD Madiun

Kunjungan Kerja DPRD Sumatera Utara

Kunjungan Kerja Bolaang Mongondow
Kunjungan Kerja Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Kutai Kertanegara
Pembinaan Lingkup Ditjen Planologi Kehutanan

 

Pembinaan Aparatur Lingkup Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2011


Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 18-19 Maret 2011, Ditjen Planologi Kehutanan menyelenggarakan pembinaan aparatur Ditjen Planologi Kehutanan di Hotel Yasmin, Cipanas, Puncak. Acara yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahi keluarga Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan baik yang purna tugas maupun yang masih aktif sekaligus dirangkaikan dengan acara perkenalan pegawai baru, pelepasan pegawai lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan yang dimutasi dan purna tugas Tahun 2010 dan 2011. Acara dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si., dilanjutkan pengarahan/pembinaan oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM. serta sambutan oleh Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc. Dalam sambutannya Direktur Jenderal Planologi Kehutanan menyampaikan beberapa hal, diantara mengucapkan ucapan selamat atas prestasi yang diraih oleh tim Planologi Kehutanan dalam meraih juara umum dalam berbagai pertandingan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2011.

Adapun peserta yang hadir pada acara itu adalah sebanyak 506 orang terdiri dari mantan pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, pejabat eselon II,III, dan IV lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan seluruh staf Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Acara Pembinaan Aparatur Lingkup Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan ini diisi dengan beberapa lomba diantaranya, lomba menyanyi, lomba peragaan pakaian malam, lomba joged, lomba kreatifitas, lomba futsal, lomba balap karung, lomba sarung berantai, lomba memasukkan pensil ke botol dan lomba menangkap ikan.


IndoGreen Forestry Expo 2011


Pelaksanaan The 3rd IndoGreen Forestry Expo 2011 dalam rangka Tahun Kehutanan Internasional 2011 dilaksanakan pada tanggal 14-17 April 2011 di Jakarta Convension Center (JCC). Pameran dibuka oleh Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan SE.,MM. dan penutupan oleh Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Ir. Masyud, MM. Pada pameran ini Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menempati stand Zona Perubahan Iklim. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM. pada hari pertama berkesempatan mengunjungi stand Ditjen Planologi Kehutanan dan memberikan apresiasi karena penataan materi, alat peraga dan pemandu mampu mensolialisasikan kegiatan Ditjen Planologi kehutanan secara baik. Dalam pameran ini materi yang berupa cetakan sebagian besar telah habis terdistribusi ke pengunjung. Dari Sekretariat Ditjen Planologi Kehutanan diantaranya berupa Buku Pintar Kehutanan, Buku Data dan Informasi Bidang Planologi Kehutanan Tahun 2010, Majalah Planolog Edidi Desember 2010, Majalah Tropis Edisi Khusus Ditjen Planologi Kehutanan, dan Majalah Garda Edisi Khusus.

 

Rapat Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2011


Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan diadakan di Denpasar-Bali pada 13 s/d 15 April 2011, dengan tema "Sinkronisasi dan Percepatan Kawasan Hutan Guna Mendukung Terwujudnya Pengelolaan Hutan Lestari". Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan ini dilaksanakan untuk merumuskan implementasi dan perkembangan rencana kerja pembangunan bidang Planologi Kehutanan tahun 2011, permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh dalam mengatasi permasalahan, serta tersusunnya arahan Rencana Kerja Pembangunan Planologi Kehutanan Tahun 2012.

Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ir. Bambang Soepijanto, MM membuka acara Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2011. Acara Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2011 dihadiri oleh eselon II, III dan IV lingkup Ditjen Planologi Kehutanan, Kepala BPKH I s/d XVII, Bappenas, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara dan Direktorat Jenderal Anggaran.

Dari Pertemuan Konsultasi Ditjen Planologi Kehutanan ini menghasilkan rumusan diantaranya Ditjen Planologi Kehutanan meningkatkan target kegiatan tahun 2011 meliputi penetaan batas dari 4.000 Km menjadi 16.000 km, beroperasinya kawasan hutan dari 12 unit KPH menjadi 60 unit, tersedianya ISDH yang lebih akurat dengan penambahan jumlah plot dari 275 plot menjadi 599 plot. Bapennas telah menyepakati dan menetapkan kegiatan Planologi Kehutanan Tahun 2012, sebagai kegiatan penting/strategis dalam percepatan penyelesaian persoalan pembangunan hutan khususnya peningkatan kualitas dan ketersediaan data dan informasi potensi sumber daya hutan, percepatan beroperasinya KPH dan penyediaan SDM pengelola KPH yang profesional, dan percepatan pengukuhan dan pemantapan kawasan hutan. Biro Perencanaan Kementerian Kehutanan telah menyepakati perubahan penetapan terget/volume kegiatan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan tahun 2012 dengan menambah pagu indikatif sesuai kebutuhan anggaran perubahan dimaksud.

 

Rapat Koordinasi Teknis Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2011


Rapat koordinasi teknis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan diselenggarakan pada tanggal 8 s/d 11 Juni 2011 di Hotel Le Meridien-Sudirman Jakarta. Rakornis Tahun 2011 bertemakan "Mewujudkan Sinergitas Perencanaan Makro dan Pemantapan Kawasan Hutan Untuk Pengelolaan Hutan Lestari". Tujuan Rakornis tahun 2011 adalah untuk menyusun rencana kerja dan anggaran bidang Planologi Kehutanan Tahun 2012 melalui Sinergitas Perencanaan Makro dan Pemantapan Kawasan Hutan untuk Pengelolaan Hutan Lestari antara pusat dan daerah.

Rapat Koordinasi Teknis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dibuka oleh Sekjen Kemenhut Dr. Ing. Ir. Hadi Daryanto, D.E.A. mewakili Menteri Kehutanan dan dihadiri oleh Eselon II,III dan IV Ditjen Planologi Kehutanan, Kepala BPKH I s/d XVII dan Kepala Dinas Kehutanan/UPTD Provinsi seluruh Indonesia. Dan diadakan juga dialog Bidang Planologi Kehutanan antara Dirjen Planologi Kehutanan dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi seluruh Indonesia.

Dari Rapat Koordinasi Teknis Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menghasilkan beberapa rumusan, diantaranya Ditjen Planologi Kehutanan mendapat mandat untuk menyelesaikan kegiatan prioritas nasional yaitu Pengukan Kawasan Hutan dan Pembangunan KPH. Sasaran pokok Ditjen Planologi Kehutanan Tahun 2012 yaitu Tata batas kawasan hutan 16.000 km, beroperasinya 60 unit KPH. Enumerasi/Re-enumerasi di 33 Provinsi sebanyak 599 klaster/plot, fasilitasi review tata ruang pada 17 provinsi, serta monitoring supervisi dan verifikasi PNBP ijin pinjam pakai kawasan hutan di 109 lokasi.

 
PDF Print

Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan kehutanan untuk mencapai pelaksanaan pengelolaan hutan yang lestari dibutuhkan kemantapan prakondisi pengelolaan hutan. Dalam lingkup Departemen Kehutanan penanggung jawab terwujudnya kemantapan prakondisi tersebut adalah Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Dengan demikian Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dapat dikatakan merupakan “Executing agency” bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan kehutanan yang akan dilakukan oleh instansi-instansi lingkup Departemen Kehutanan lainnya.

Kemantapan prakondisi pengelolaan hutan meliputi hal-hal antara lain:

  • Kemantapan status dan fungsi kawasan hutan.
  • Ketersediaan data dan informasi kehutanan yang lengkap dan up to date.
  • Ketersediaan rencana-rencana kehutanan.

 

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN

 

 

Selengkapnya
 
PDF Print

Misi merupakan suatu yang harus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.

Misi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan disusun dengan tetap mengacu pada misi Departemen Kehutanan, sehingga kebijakan, program, tujuan dan sasaran, serta kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan merupakan penjabaran dari misi Departemen Kehutanan.

Misi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut :

  1. Mewujudkan perencanaan kawasan hutan yang mantap. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan kawasan hutan.
  2. Mewujudkan kepastian kawasan hutan dan optimalisasi penatagunaan kawasan hutan. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kepastian kawasan hutan.
  3. Mewujudkan kesatuan pengelolaan hutan dan optimalisasi penyiapan areal pemanfaatan hutan. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan pembentukan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan penyiapan areal pemanfaatan hutan.
  4. Mengembangkan sistem informasi dan pemantauan sumber daya hutan yang akurat dan terkini. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sistem informasi dan pemantauan sumber daya hutan
  5. Mengendalikan penggunaan kawasan hutan. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan pengendalian penggunaan kawasan hutan.
  6. Mengembangkan kelembagaan planologi kehutanan. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan planologi kehutanan.
  7. Memantapkan prakondisi pengelolaan kawasan hutan. Misi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas prakondisi pengelolaan kawasan hutan.
 
PDF Print

Visi merupakan pernyataan mengenai pandangan Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dimasa 5 (lima) tahun yang akan datang, kemana dan bagaimana Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan harus berkarya agar tetap eksis, konsisten, produktif, antisipatif dan inovatif, dengan kata lain visi merupakan suatu gambaran tentang keadaan yang ingin dicapai pada akhir tahun perencanaan (2014)

Berdasarkan hal tersebut, maka ditetapkan Visi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan sebagai berikut :

“Terwujudnya Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan untuk Mendukung Pengelolaan Hutan Lestari”